Penulis Novel Romantis Terbaik

Penulis Novel Romantis Terbaik – Untuk mempersiapkan hubungan satu bulan, apa yang harus saya lakukan ketika tidak ada pasangan untuk dicintai Jangan takut, alih-alih bertanya-tanya apa yang harus dilakukan, bacalah sepuluh novel paling romantis sepanjang masa yang akan menghangatkan perasaan Anda dalam cinta bulan ini.

Penulis Novel Romantis Terbaik

daveduncan – Setidaknya, jika menemui konflik dan kisah cinta menyakitkan di dunia nyata di masa depan, Anda akan dilatih untuk memprediksi betapa berharganya perasaan Anda dan betapa sulitnya menemukan kekasih melalui novel romantis terbaik berikut.

1. Pride and Prejudice – Jane Austen (1813)

Dikutip dari httpsmariviu, Salah satu novel romantis terbaik sepanjang masa. Tidak ada yang bisa menyangkal Jane Austen sebagai salah satu pendongeng romantis terbaik di planet ini. Bahkan Pride and Prejudice, yang memiliki sejarah lebih dari 200 tahun, masih menjadi salah satu karya romantis, dan menjadi tema kelas sastra di seluruh dunia. Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy memberi tahu kami bahwa kisah cinta tidak akan berhasil jika penuh dengan kebanggaan dan prasangka.

cerita ini menggambarkan mengenai cerita cinta golongan menengah ke atas keluarga Inggris di akhir era ke- 19. cerita ini memuat cerita dari insiden sekeliling kehidupan figur kuncinya, Elizabeth Bennet, yang bermukim di Longbourn, Inggris. Elizabeth ditafsirkan selaku wanita yang periang, santun, dan mempunyai kepintaran tajam serta menyangkal buat diintimidasi oleh siapapun.

Keluarga Bennet mempunyai 5 anak cewek yang belum menikah. Perihal ini membuat Mrs. Bennet takut, sebab bila Mr. Bennet tewas, hingga buah hatinya tidak hendak memperoleh harta peninggalan. Hingga Mrs. Bennet mempunyai tekad buat menikahkan buah hatinya dengan laki- laki banyak. Bertepatan, dikala itu seseorang anak muda banyak terkini saja alih ke Netherfield, suatu tempat yang terletak di dekat adres keluarga Bennet.

Tidak lama keluarga Bennet berpeluang buat berjumpa dengan orang sebelah terkini mereka, yang bernama Mr. Bingley pada kegiatan acara tarian di Meryton. Mr. Bingley yang ganteng nyatanya bawa dan temannya, Fitzwilliam Darcy. Mr. Bingley ditafsirkan selaku laki- laki terpandang yang mengasyikkan, ramah, dan santun. Sebaliknya Mr.

Darcy merupakan individu yang tertutup serta terkesan sombong. Dalam acara tarian itu, Jane yang ialah gadis tertua dari keluarga Bennet, jadi dekat dengan Mr. Bingley. Dikala itu pula, Elizabeth dengan cara tidak terencana mengikuti Mr. Darcy menghina dirinya. Hingga dimulailah dendam Elizabeth serta seluruh prasangkanya pada Mr. Darcy. Perihal ini yang setelah itu menuntun Elizabeth buat ikut serta lebih jauh dengan Mr. Darcy pada era yang hendak tiba.

Baca juga : 10 Penulis Buku Fiksi Penjualan Terlaris Sampai Saat Ini

2. Jane Eyre – Charlotte Brontë (1847)

Jane Eyre adalah salah satu novel yang mengangkat isu seks, kelas, feminisme, dan agama, dengan gambaran yang sebenarnya menjadi bacaan utama para feminis. Sejak diterbitkan pada tahun 1847, Jane Eyre telah menarik semua pembaca dan sangat mempertanyakan penggambaran wanita dan upaya mereka untuk setara dengan semua pria. Jane Eyre adalah anak yatim piatu yang cerdas dan mandiri yang harus menghadapi perbedaan kelas sosial ketika dia mencintai majikannya. Edward Fairfax Rochester (Edward Fairfax Rochester).

3. Anna Karenina – Leo Tolstoy (1877)

Anna Karenina disebut sebagai novel terhebat sepanjang masa oleh majalah Time, dan merupakan mahakarya Tolstoy. Menurutnya, ini adalah novel pertamanya yang sebenarnya. Kisah cinta unik masyarakat kelas atas Rusia di abad ke-19, Anna sangat terpesona oleh perasaan Count Volensky. Novel kompleks ini dibagi menjadi delapan bagian, total 800 halaman, dan temanya adalah pengkhianatan, keluarga, pernikahan, masyarakat kekaisaran Rusia, dan kehidupan perkotaan dan pedesaan.

Anna Karenina ialah cerita mengenaskan mengenai Countess Anna Karenina, seseorang perempuan bangsawan serta sosialita yang telah menikah, serta perselingkuhannya dengan Count Vronskii yang menawan. Vronskii mau menikahi Anna bila ia sepakat buat meninggalkan suaminya, Count Karenin, seseorang administratur penguasa senior.

Ketetapan Anna buat menjaga Vronskii membuat posisinya rentan kepada titik berat norma sosial Rusia, hukum akhlak Gereja Orthodok Rusia, serta nuraninya sendiri. Sedangkan Vronskii malah masih dapat menempuh kehidupan sosialnya seperti biasa. Dari hari ke hari gesekan di antara dirinya serta Vronskii terus menjadi runcing. Anna sedemikian itu khawatir kehabisan kontrol atas hidupnya yang telah ia serahkan seluruhnya pada si pacar gelap.

Di bagian lain, suatu narasi pararel menceritakan Konstantin Lëvin, orang tani banyak raya yang mau menikahi Kitty, adik ipar dari abang pria Anna. Perbandingan style hidup, filosofi, serta kepercayaan jadi bentrokan penting untuk Levin serta Kitty.

Roman ini mempelajari beraneka ragam poin sejauh kurang lebih seribu tamannya. Sebagian di antara lain melingkupi penilaian sistem politik aristokratis yang terdapat di Rusia pada dikala itu. Tidak cuma di rezim Rusia namun pula pada tingkatan kepribadian orang, keluarga, agama, moralitas, kelamin serta kategori sosial.

4. A Farewell to Arms – Ernest Hemingway (1929)

Karya klasik yang menyentuh dari salah satu penulis terhebat Amerika. Ceritanya terjadi dalam Perang Dunia Pertama dan menggambarkan hubungan cinta Catherine Barkley (Henry), seorang perawat asing berkebangsaan Inggris. Popularitas salah satu novel romantis terbaik Hemingway membuatnya mendapatkan gelar penulis Amerika modern dan menjadi buku terlaris pertamanya. Itu diadaptasi menjadi beberapa film dan disebut novel perang Amerika utama dalam bencana Perang Dunia Pertama.

5. Love Story – Eric Segal (1970)

Kisah cinta yang dikenal sebagai Romeo dan Juliet abad 20. Ketika pertama kali dirilis pada tahun 1970, itu adalah novel romantis terlaris. Ceritanya telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa dan diadaptasi dari beberapa film, dengan fokus pada dua kekasih Oliver dan Jennifer dari latar belakang yang berbeda. Cinta mereka tumbuh sampai pada titik dimana mereka harus menghadapi situasi yang tidak terduga.

Novel klasik buatan Erich Segal ini telah lama sekali memikatku. Awal kali mengikuti pertanyaan roman ini dikala saya sedang di kursi sekolah tetapi walaupun telah kerapkali pergi masuk berbagai perpustakaan( sebab dahulu duit jajanku tidak sempat lumayan buat membeli roman D) tetapi saya tidak sempat sukses memperoleh roman ini.

Saya jatuh cinta pada narasi klasik buatan Erich Segal ini dikala menyaksikan film klasik bertajuk serupa dengan roman ini Love Story. Film itu diperankan oleh Ryan ONeal selaku Oliver Barik IV. Tidak tahu apa yang membuatku terpana pada cerita ini. Bisa jadi sebab perkataan pembukanya yang amat menarik buatku. Ataupun bisa jadi pula sebab cerita ini selesai mengenaskan alhasil membuat sel- sel kelabu- ku susah menghapusnya dari kotak memoriku.

Roman Love Story ini bercerita mengenai cinta 2 orang belia, Oliver Barrett IV serta Jennifer Cavilleri yang berjumpa awal kali di suatu perpustakaan kampus. Walaupun kerangka balik keduanya sedemikian itu berlainan tetapi perasaan cinta mereka tampaknya sanggup menghilangkan semua perbandingan itu. Melawan seluruh halangan, mereka sukses mengikat cinta mereka dalam suatu perkawinan. Tetapi di dikala seluruh halangan sosial yang memborgol hubungan cinta mereka sepanjang ini sudah sukses mereka jauhkan, malah mereka wajib mengalami satu halangan terbanyak serta tersulit.

Novel ini( seperti pula filmnya) dimulai oleh perkataan yang walaupun memiliki pemberitahuan kalau cerita ini selesai mengenaskan, tetapi dirangkai dengan manisnya alhasil walaupun mengenaskan tetapi bergengsi keelokan dari cerita cinta itu sendiri. Apa yang bisa kita ceritakan hal wanita 2 puluh 5 tahun yang sudah tidak Kalau beliau menawan. Serta brilian. Kalau beliau menyayangi Mozart serta Bach. Serta Beatles. Serta saya.

Begitulah cuplikan perkataan pembuka dari cerita cinta klasik ini. Merupakan Oliver Barrett IV yang walaupun sudah 2 puluh 5 tahun lamanya ditinggal mati istrinya, Jennifer Cavilleri mengenang kembali cerita cintanya. Oliver Barrett IV seseorang mahasiswa hukum Harvard dari golongan sosial kategori atas. Papa Oliver ialah Oliver Barrett III merupakan seseorang pengelola bank terkenal.

Garis generasi keluarga Barrett selaku figur kategori nyatanya membuat Oliver merasa terbebani. Beliau merasa terhimpit dalam bayangan keluarga Barrett. Apapun hasil yang ditorehkannya tidak sempat dapat terasa eksklusif sebab bapaknya, Oliver Barrett III tampaknya mempunyai hasil yang amat berkilau. Tidak hanya hasil akademik, Oliver Barrett III di era mudanya ialah olahragawan Olimpiade yang sudah mengumpulkan banyak apresiasi.

Buat seperti itu Oliver Barrett IV yang meski amat brilian di alun- alun nasib es tetapi beliau senantiasa tidak dapat berbangga diri menghadapi bapaknya yang sempat jadi olahragawan olimpiade dikala kuliah. Sedemikian itu juga dengan hasil akademik. Betapapun Oliver berusaha keras senantiasa saja julukan belakangnyalah yang hendak lebih menarik untuk khalayak dibandingkan hasil serta kerja kerasnya.

Dini pertemuan Oliver Barrett IV dengan Jennifer Cavilleri terjalin di bibliotek Radcliffe. Walaupun Oliver ialah mahasiswa Harvard serta bibliotek Harvard sesungguhnya jauh lebih komplit serta baik dari kepunyaan Radcliffe tetapi Oliver lebih senang meminjam novel dari bibliotek kepunyaan universitas yang lebih banyak bermuatan kalangan hawa ini.

Sebabnya sebab di Radcliffe tidak terdapat yang mengenalinya alhasil beliau merasa lebih aman. Bonus pula, baginya beliau lebih gampang memperoleh rujukan yang diinginkannya dari bibliotek Radcliffe. Serta di sanalah Oliver berjumpa Jenny. Dikala itu Oliver bernazar meminjam novel yang hendak jadi rujukan buat tes mata kuliah asal usul serta Jenny merupakan salah satu wanita yang bekerja di meja buat bagian rujukan yang diperlukan Oliver.

Pada pertemuan awal itu, Oliver membekuk opini Jenny merupakan wujud yang pendiam serta berkacamata tetapi tidak dinyana nyatanya Jenny bawel serta amat pintar. Tidak hanya itu dikala Jenny pergi dari mejanya, Oliver memandang Jenny mempunyai sejodoh kaki yang bagus.

Walaupun awal mulanya Oliver tidak sangat menggemari Jenny yang dari perkataannya terkesan selaku jenis perempuan yang superior yang sebab analogi antara mahasiswa Harvard dengan mahasiswi Radcliffe merupakan 5 memadankan satu hingga beliau menyangka mahasiswi jauh lebih pintar dibandingkan para mahasiswa, tetapi bersamaan durasi Oliver malah mengalami dirinya jatuh cinta pada Jennifer Cavilleri yang pintar serta amat yakin diri ini.

Sesuatu hari Oliver mengalami Jenny tengah menelpon seorang. Walaupun beliau tidak berarti menguning, tetapi beliau penasaran siapa sesungguhnya yang tengah berdialog dengan Jenny di telepon. Kewaspadaannya kian besar dikala beliau mengikuti Jenny berkata, Saya pula menyayangimu, Phill di telepon. Batin Oliver langsung rancu balau. Rasa penasarannya kian bertambah.

Beliau merasa panas batin. Siapa sesungguhnya laki- laki bernama Phill yang tengah berdialog dengan Jenny di telepon itu. Beliau terbakar api dengki. Seingatnya tidak terdapat insan laki- laki di Radcliffe yang bernama Phill. Dikala Jenny berakhir menelpon, Oliver yang telah tidak adem langsung menanya pada Jenny siapa laki- laki bernama Phil yang menelponnya itu. Jenny dengan enteng menanggapi kalau Phil merupakan bapaknya. Pasti saja Oliver tidak langsung yakin.

6. The Notebook – Nicholas Sparks (1996)

Novel ini didasarkan pada kisah nyata, yang diadaptasi oleh Hollywood dan Bollywood. Ingat ciuman hujan antara Ryan Gosling dan Rachel McAdams Nicholas Sparks adalah seorang penulis cerita romantis terkenal pada masanya. Di musim panas setelah Perang Dunia II, Noah dan Ellie bertemu sebentar. Empat belas tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka. Tapi waktu telah banyak berubah, dan Ellie bertunangan dengan pria lain. Salah satu novel romantis terbaik memang membutuhkan kemauan.

7. The Time Traveler’s Wife – Audrey Niffenegger (2003)

Dilihat dari judulnya, novel Audrey Niffenegger ini mengandung unsur perjalanan waktu dalam ceritanya. Menariknya, ceritanya berfokus pada Henry dan Claire, penyakit Henry membuatnya tidak tahan dengan berjalannya waktu, dan istrinya harus menghadapi kehilangan Henry yang tiba-tiba. Waktu adalah diagram dari informasi yang salah dan jarak dalam hubungan. Buku itu adalah novel terlaris saat itu, dengan 2,5 juta eksemplar, dan memenangkan Penghargaan Buku Inggris dan Penghargaan Buku Eksklusif Polk.

8. A Discovery of Witches – Deborah Harkness (2011)

Bisakah saya menceritakan kisah cinta yang lebih baik dari Twilight Penemuan Penyihir adalah novel pertama Harkness, yang menggambarkan Diana Bishop, seorang profesor sejarah sains di Universitas Yale, yang menemukan teks yang tidak bisa dipahami dan telah lama hilang. Mengapa ini terkait dengan Twilight Pasalnya, novel ini juga mengisahkan tentang vampir menawan Diana (Matthew Clairmont) yang dilarang untuk mencintai Diana.

Baca juga : Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan

9. Eleanor & Park – Rainbow Rowell (2013)

Novel remaja pertama Rowell, kehangatan buku komik dan kaset lagu tahun 80-an memicu kisah cinta Eleanor. Eleanor adalah seorang gadis berusia 16 tahun dengan rambut keriting merah dan Taman (Taman), orang Korea menyukai manga dan Smith (The Smiths). Eleanor bertemu di bus sekolah pada hari pertama sekolah Pertemuan dua orang aneh di Nebraska dari 1986 hingga 1987 ini menyiarkan kisah cinta yang hangat dan menyentuh. Jadi saya ingin jatuh cinta lagi.

10. The Buried Giant – Kazuo Ishiguro (2015)

Siapa yang belum membaca kisah cinta Ishiguro Kazuo yang tidak biasa Penulis pemenang Hadiah Nobel ini bercerita tentang pasangan lansia Axl dan Beatrice. Premis unik menjadikannya novel romantis terbaik saat ini. Akibat amnesia yang disebut kabut, keduanya mulai teringat akan pertanyaan yang sering muncul di beberapa titik dalam hidup mereka Apakah mereka pernah punya anak Perjalanan mereka berdua untuk menemukan anak yang hilang penuh dengan fantasi, dari ksatria, goblin hingga naga.

RSS
Follow by Email
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Share
Instagram